Korban Ayam Masak Habang di Aluh Aluh Jadi 100 Orang Update Keracunan Massal di Aluh-Aluh, Empat Ambulans Diperbantukan Temuan Bayi di Semak-Semak Bikin Geger Warga Palangka Raya

Home Nasional

Jumat, 14 Februari 2020 - 05:30 WITA

Bahaya Konsumsi Obat Nyeri Tiap Kali Haid

nazmudin - apahabar

Ilustrasi saat haid. Foto-hellosehat.com

Ilustrasi saat haid. Foto-hellosehat.com

apahabar.com, JAKARTA – Kebiasaan mengkonsumis obat pereda nyeri tiap kali haid, rupanya tidak baik. Mengingat efeknya dapat mengganggu organ tubuh.

Biasanya, tiap nyeri haid, obat yang sering digunakan jenis paracetamol atau ibuprofen. Jenis obat itu memang bisa digunakan untuk membantu meredakan nyeri saat haid.

Keduanya tergolong obat lini pertama mengatasi menstruasi karena bekerja di ujung-ujung serabut saraf, sebelum penggunaan obat-obatan yang bekerja di sentral atau bagian otak saat nyeri sangat hebat, misalnya tradamol.

“Obat-obatan itu akan menekan lepasnya mediator.-mediator radang yang timbul akibat peradangan. Dengan demikian, ujung-ujung serabut saraf itu tidak akan teraktivasi karena adanya mediator radang tadi. Obat-obat seperti itu banyak misalnya paracetamol, ibuprofen,” ujar Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah, Kanadi Sumapraja, dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (13/2).

Baca juga :  Benny Mamoto: Keputusan Pemerintah Tak Pulangkan WNI Eks Isis Tepat

Lalu, bolehkah mengonsumsi obat pereda nyeri terus menerus saat nyeri muncul?

“Makanya mengatasi nyeri haid untuk menghindari obat-obat anti nyeri yang berkepanjangan. Karena risiko jauh lebih besar, efek sampingnya cukup serius,” tutur Kanadi.

Menurut dokter yang juga berpraktik di RSCM itu penggunaan obat-obatan berjenis antiinflamasi non steroid (semisal paracetamol atau ibuprofen) berpotensi memicu iritasi pada lambung dan menganggu fungsi ginjal.

“Penggunaan Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) sangat berpotensi memicu iritasi pada lambung, juga mengganggu fungsi ginjal apabila digunakan berkelanjutan,” papar Kanadi.

Baca juga :  JMSI Riau Terbentuk, Dheni Kurnia Plt Ketua

Mengenai nyeri itu sendiri, umumnya terjadi pada hari-hari awal menstruasi dan biasanya semakin hebat jika darah yang keluar semakin banyak. Apa yang terjadi saat itu? Kontraksi otot-otot rahim untuk mengeluarkan darah haid.

“Ada kontraksi yang berlebihan sehingga timbul nyeri yang luar biasa,” kata Kanadi.

Beberapa perempuan sudah merasakan nyeri sejak pertama kali mengalami menstruasi atau disebut nyeri primer. Sementara sebagian lainnya muncul setelah sekian tahun dan ini perlu diwaspadai karena banyak berhubungan dengan penyakit endometriosis.(ant)

Baca Juga: Tunda Haid Saat Naik Haji, Amankah?

Baca Juga: Survei AJI, Upah Layak Jurnalis Ibu Kota Rp 8,7 juta

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Berita ini 17 kali dibaca

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

KPK Tahan Bupati Bengkalis Terkait Suap Proyek Jalan
apahabar.com

Nasional

Ke Australia, Jokowi Bahas Investasi dan Kerja Sama Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tegaskan Evakuasi WNI dari Wuhan China Misi Mulia
apahabar.com

Nasional

Ini Sosok Pengganti Gus Sholah Pimpin Ponpes Tebuireng

Nasional

Kematian Akibat Corona di China Capai 490 Jiwa
apahabar.com

Nasional

Terus Bertambah, 425 Orang Meninggal Akibat Corona di China
apahabar.com

Nasional

Kapolri Idham Azis Pimpin Sertijab 8 Kapolda
apahabar.com

Nasional

Warga Natuna Tolak Evakuasi WNI dari Wuhan, Polda Kepri Kirim 117 Personel