Korban Ayam Masak Habang di Aluh Aluh Jadi 100 Orang Update Keracunan Massal di Aluh-Aluh, Empat Ambulans Diperbantukan Temuan Bayi di Semak-Semak Bikin Geger Warga Palangka Raya

Home DPRD Kalsel

Rabu, 12 Februari 2020 - 20:50 WITA

DPRD Kalsel Sebut Air PDAM Surabaya Benar-benar Bisa Diminum

rifad - apahabar

Komisi II DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya. Foto-Istimewa

Komisi II DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Komisi II DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Kota Surabaya, Jawa Timur, tepatnya ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Dalam Kunker itu Komisi II DPRD Kalsel berbicara soal air dari PDAM Surabaya yang bisa benar-benar diminum.

“Jadi, tak sekedar nama. Air PDAM di sana benar-benar bisa di minum, nggak cuma dipakai untuk mandi dan mencuci,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Supastowo, dalam rilis yang diterima apahabar.com, Rabu (12/2).

Selain kualitas, harga per kubik air PDAM di Surabaya juga terbilang paling murah dari seluruh Indonesia, yakni Rp 600 per meter kubik, untuk masyarakat menengah ke bawah dan Rp 2.700 per meter kubik bagi masyarakat menengah atas.

“Berbeda di Kalimantan Selatan, harga terendahnya Rp 2.000 per kubiknya,” imbuhnya.

Baca juga :  Tiba di Juanda, Peti Jenazah Gus Sholah Diangkat 4 Pejabat Utama Forkopimda Jatim

Selain harga yang sangat terjangkau PDAM milik Pemkot Surabaya ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga ratusan miliar.

Imam menceritakan, PAD yang dihasilkan oleh PDAM Surabaya pada 2019 berada di angka Rp 132 miliar. Sementara untuk 2020 target devidennya naik menjadi Rp 137 miliar. Hal tersebut tentunya selain memguntungkan masyarakat juga menguntungkan daerah.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Kalsel, Mumammd Yani Helmi membuka fakta jika air PDAM di Banjarmasin, sering mengeluarkan air berwarna kuning, keruh, bahkan gelap.

“Selama ini air yang dikonsumsi tempat kita, mesti, istilah orang Banjar ditandakakan (diendapkan) baru bisa diolah untuk dikonsumsi. Nah ini tidak terjadi di kota Surabaya,” kata Yani.

Baca juga :  Respons Paman Birin Terkait Usulan Perubahan Perda Retribusi Jasa Umum

Paman Yani sapaan akrabnya, juga menyanjung kebijakan Wali Kota Surabaya yang lebih mementingkan masyarakatnya, namun di sisi lain juga tetap memperhatikan operasional perusahaan agar berjalan baik dan memberikan hasil untuk PAD melalui deviden.

“Jika Surabaya bisa maka diharapkan Banjarmasin juga bisa begitu,” tutur adik kandung Gubernur Kalsel ini.

Kungker kali ini dewan tidak sendiri, pihaknya juga mengajak pimpinan dan direksi PDAM Bandarmasih dan PDAM Intan.

Baca Juga: Kunjugi FKG ULM, Bang Dhin Temukan Ruang Perkuliahan Sempit

Baca Juga: Lewat Revolusi Hijau, Bang Dhin: Dewan Dukung Keinginan Presiden Jokowi

Baca Juga: Pabrik Pupuk Dolomit Bakal Berdiri di Kabupaten Batola

Baca Juga: Sekretariat DPRD Kalsel Berupaya Tingkatkan Kedisiplinan, Termasuk Cara Berpakaian

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Aprianoor

Berita ini 1 kali dibaca

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Kalsel

Lewat Revolusi Hijau, Bang Dhin: Dewan Dukung Keinginan Presiden Jokowi
apahabar.com

DPRD Kalsel

Respons Paman Birin Terkait Usulan Perubahan Perda Retribusi Jasa Umum
apahabar.com

DPRD Kalsel

Kunjugi FKG ULM, Bang Dhin Temukan Ruang Perkuliahan Sempit