Korban Ayam Masak Habang di Aluh Aluh Jadi 100 Orang Update Keracunan Massal di Aluh-Aluh, Empat Ambulans Diperbantukan Temuan Bayi di Semak-Semak Bikin Geger Warga Palangka Raya

Home Ekbis

Kamis, 13 Februari 2020 - 21:24 WITA

Impor Hewan Hidup dari China Resmi Dilarang, Berikut Daftarnya

nazmudin - apahabar

Ilustrasi. Foto: shutterstock

Ilustrasi. Foto: shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah merilis daftar jenis binatang hidup yang dilarang sementara impornya dari Cina.

Larangan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 10 Tahun 2002 tentang Larangan Sementara Impor Binatang Hidup dari Republik Rakyat China.

Sebanyak tujuh pos tarif masuk dalam daftar. Di antaranya adalah kuda, keledai, bagal dan hinnie hidup serta binatang hidup jenis lembu hingga babi hidup. Peraturan ini mulai berlaku sejak ditetapkan pada tanggal diundangkan, yaitu Jumat (07/02).

Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan mengatakan, jenis binatang hidup yang masuk daftar berbasiskan bukti ilmiah yang dikeluarkan beberapa lembaga internasional seperti World Health Organization (WHO).

“Berdasarkan scientific evidence, yang jadi carrier adalah binatang hidup,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta seperti dilansir apahabar.com dari Republika.co.id, Kamis (13/02).

Baca juga :  Bulog Ekspor Beras Kemasan Renceng ke Arab Pekan Depan

Oke memastikan, binatang di luar daftar itu masih bisa diimpor dari China termasuk produk ikan. Produk ini tidak dikategorikan sebagai carrier atau pembawa virus corona.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas hortikultura seperti bawang putih dan gula. Oke menjelaskan, komoditas ini tidak terbukti dapat menjadi carrier virus corona. “Untuk (produk dan komoditas) lain-lain tidak ada pengaturan lebi lanjut,” tuturnya.

Dalam Permendag 10/2020, pelarangan impor tidak hanya diberlakukan untuk binatang hidup yang berasal dari China. Binatang hidup yang hanya transit di China pun tetap tidak diizinkan diimpor ke Indonesia.

Apabila ada importir yang sudah terlebih dahulu memesan dan barang terlanjur masuk ke pelabuhan Indonesia, mereka wajib mengekspornya kembali ke negara asal. Opsi lain, memusnahkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Biayanya menjadi tanggung jawab importir.

Baca juga :  Indonesia Siap Bantu China Tangani Virus Corona

Jika importir tidak melakukan kewajiban tersebut dalam jangka waktu 10 hari, mereka dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Regulasi ini ditetapkan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pada Kamis (06/02) yang kemudian diundangkan sehari setelahnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyebutkan, kebijakan pelarangan impor binatang hidup ini tidak akan berpengaruh besar pada neraca dagang Indonesia dengan China.

Sebab, data impor pada tahun lalu menunjukkan, pengiriman binatang hidup dari China ke Indonesia hanya senilai 231 ribu dolar AS dari total 170 miliar dolar AS. “Sharenya hanya 0,0000sekian,” ujar Susiwijono dalam konferensi pers Ancaman Virus Corona Bagi Ekonomi Indonesia di Jakarta, Rabu (12/02).(Rep)

Baca Juga: ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona, Warga Diminta Tenang

Baca Juga: Heboh, Dua ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona

Editor: Aprianoor

Berita ini 6 kali dibaca

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Melambat, Jokowi: Negara Lain Malah Anjlok
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Wabah Virus Corona, Rupiah Masih Melemah
apahabar.com

Ekbis

Adaro Konsisten Penyumbang Devisa Negara Terbesar
apahabar.com

Ekbis

Wabah Corona, Kawasan Ekonomi China Jadi Sepi
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

Ekbis

Wabah Corona, IHSG Berpotensi Turun Kembali Pekan Ini
apahabar.com

Ekbis

Corona Menggila, Rupiah Malah Menguat
Desember 2019, Ekspor Kaltim Naik 7,12 persen

Ekbis

Desember 2019, Ekspor Kaltim Naik 7,12 persen