Korban Ayam Masak Habang di Aluh Aluh Jadi 100 Orang Update Keracunan Massal di Aluh-Aluh, Empat Ambulans Diperbantukan Temuan Bayi di Semak-Semak Bikin Geger Warga Palangka Raya

Home Habar Religi

Minggu, 9 Februari 2020 - 08:41 WITA

Ribuan Jemaah Hadiri 7 Hari Wafaftnya Gus Sholah

Amrullah - apahabar

Ribuan jemaah mengantar jenazah Gus Sholah ke tempat peristirahatan terakhir.
Foto-kompas

Ribuan jemaah mengantar jenazah Gus Sholah ke tempat peristirahatan terakhir. Foto-kompas

apahabar.com, JOMBANG – Di 7 hari kewafatan KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah, ribuan warga dan santri dari Jombang dan sekitarnya hadiri tahlilan dan doa bersama untuk pengasuh PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tersebut.

“Kegiatan doa bersama digelar selama tujuh hari dan, pada 8 Februari 2020 di Masjid Pesantren Tebuireng dalam peringatan tujuh hari wafatnya KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah),” kata Teuku Azwani, salah seorang pengurus Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, di Jombang, Sabtu (8/2) malam.

Beberapa pejabat hadir dalam kegiatan itu, di antaranya mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Zuhri, budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun. Untuk ma’uidzah hasanah secara langsung disampaikan oleh Prof Dr. H. Imam Suprayogo dari Malang

Baca juga :  Haul ke-4 KH Irsyad Zein, Penulis Manakib Guru Sekumpul

Gus Sholah wafat pada Ahad (2/2) sekitar pukul 20.55 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta. Ulama ini wafat di usia 77 tahun, setelah menjalani operasi penyakit jantung.

Almarhum merupakan pengasuh Pesantren Tebuireng yang ketujuh mulai 2006 hingga 2020, sejak generasi sang kakek KH Hasyim Asy’ari (1899-1947).

Adik kandung KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur) lahir di Jombang pada 11 September 1942 dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Hj Solichah. Selama hidupnya, banyak karya yang telah dihasilkan. Gus Sholah mendirikan SMA Trensains (Pesantren Sains) Tebuireng dan SDI Tebuireng Ir Soedigno, Kesamben, Kabupaten Jombang. SMA Trensains didirikan pada 2014 dan diresmikan 23 Agustus 2014 oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Baca juga :  Doa Terhindar dari Penyakit Menular, Seperti Virus Corona

Kurikulum SMA Trensains Tebuireng disebut kurikulum semesta, yakni, unifikasi dari kurikulum nasional, kurikulum muatan kearifan pesantren sains (MKPS) dan kurikulum internasional (Cambridge Curriculum). Saat pertama mengikuti UNBK (2017), dari 44 sekolah di Jombang yang memiliki jurusan IPA, SMA Trensains menempati peringkat ketiga dengan nilai rata-rata 64,34.

Selain itu, jumlah cabang Pesantren Tebuireng juga semakin bertambah. Kini ada 14 cabang Tebuireng di berbagai daerah. Semuanya didirikan oleh Gus Sholah.

Baca Juga: Jelang Haul ke 15 Guru Sekumpul,  Peziarah Makin Membludak

Baca Juga: Update Persiapan Haul Guru Sekumpul ke 15; Desa-desa di Kabupaten Banjar Mulai Berhias

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Berita ini 1 kali dibaca

Baca Juga

apahabar.com

Featured

Kenang NU Banua di Harlah ke 94; Masyarakat Banjar Loyal dengan NU
apahabar.com

Habar

DMI: Masjid di Indonesia Tidak Terganggu Saudi Setop Bantuan
apahabar.com

Habar

Syiar Islam dari Masjid Lautze
apahabar.com

Featured

Update Persiapan Haul Guru Sekumpul ke 15; Desa-desa di Kabupaten Banjar Mulai Berhias
apahabar.com

Ceramah

Isi Ceramah di Tanbu, Gus Miftah Cerita Deddy Corbuzier Masuk Islam
apahabar.com

Featured

Kisah Foto Guru Sekumpul Selamat dari Kebakaran Hebat di Mahligai Banjarmasin
apahabar.com

Habar

Kelompok HAM Kecam Perluasan Larangan Muslim Masuk AS
apahabar.com

Hikmah

Para Ulama yang Mendoakan Imam Syafi’ie dalam Shalat Puluhan Tahun